Sebanyak 28 titik pengamatan tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur, di antaranya Gresik, Sidoarjo, Banyuwangi, Tuban, Jember, hingga Sumenep. Lokasinya beragam, mulai dari pantai, perbukitan, gedung tinggi, hingga kawasan pondok pesantren.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kemenag, hakim Pengadilan Agama, organisasi Islam, BMKG, akademisi, hingga tokoh masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk memastikan hasil rukyat objektif, akurat, dan sesuai dengan ketentuan syariat serta regulasi yang berlaku.
Hasil rukyatul hilal dari daerah nantinya akan menjadi salah satu penentu penting dalam Sidang Isbat, yang akan menetapkan kapan umat Islam di Indonesia merayakan Idulfitri tahun ini. (ivan)