SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman menjelang arus mudik Idulfitri 2026. Kepastian ini disampaikan melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim setelah melakukan pemantauan distribusi dan stok di lapangan.
Kepala Dinas ESDM Jatim, Aris Mukiyono, mengungkapkan bahwa kebutuhan BBM secara nasional mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari, dengan satu barel setara kurang lebih 159 liter. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Jumat, (20/3/2026).
“Secara nasional, kebutuhan BBM itu sekitar 1,5 juta barel per hari. Satu barel itu sekitar 159 liter,” ujar Aris, Rabu, (18/3/2026).
Untuk wilayah Jawa Timur, kebutuhan harian BBM telah dipetakan berdasarkan koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga. Rinciannya, Pertalite mencapai 10.918 kiloliter per hari, Pertamax 2.179 kiloliter, Pertamax Turbo 92 kiloliter, solar 6.826 kiloliter, Dexlite 111 kiloliter, serta Pertamina Dex 129 kiloliter.
Aris menegaskan, stok BBM di Jawa Timur berada dalam kondisi aman untuk menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI). Berdasarkan data Pertamina, ketahanan stok bervariasi, mulai dari Pertalite yang mampu bertahan 8–12 hari, Pertamax 8,5–16 hari, solar hingga 9,3 hari, serta Pertamina Dex dan LPG sekitar 15 hari.
“Angka ketahanan itu bukan berarti stok akan habis setelah hari tersebut. Itu hanya coverage, karena suplai dilakukan secara real time,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, kapasitas tangki BBM nasional secara umum mampu menampung hingga 21 hari kebutuhan. Namun, distribusi dan pasokan terus berjalan baik dari produksi dalam negeri maupun impor, sehingga ketersediaan tetap terjaga.
“Prinsipnya, BBM di Jawa Timur menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 sangat aman. Ini tidak hanya berdasarkan data, tapi juga indikator di lapangan,” tegasnya.
Salah satu indikator utama, lanjut Aris, adalah tidak adanya antrean panjang di SPBU. Dari hasil pemantauan, termasuk di wilayah Situbondo, distribusi BBM berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Kalau stok kurang, pasti terlihat dari antrean panjang. Tapi sampai sekarang tidak ada. Artinya distribusi berjalan baik dan stok tercukupi,” pungkasnya. (ivan)