SURABAYA, PustakaJC.co – Ribuan warga memadati kediaman Khofifah Indar Parawansa di kawasan Jemursari, Surabaya, pada hari kedua Lebaran, Minggu, (22/3/2026). Tradisi riyayan atau open house ini kembali menjadi magnet silaturahmi masyarakat dari berbagai daerah.
Warga yang hadir tidak hanya bersalaman langsung dengan gubernur, tetapi juga menikmati beragam hidangan gratis yang disediakan, mayoritas berasal dari pelaku UMKM dan pedagang kaki lima. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (23/3/2026).
“Melarisi UMKM dengan menyediakan hidangan untuk tamu-tamu riyayan menjadi bagian dari kebersamaan kita. Mohon maaf lahir batin, semoga Allah mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan mendatang,” ujar Khofifah di sela kegiatan.
Menurutnya, penyediaan hidangan dari UMKM merupakan langkah konkret untuk mendorong ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dalam momen Lebaran.
Khofifah menegaskan, tradisi riyayan menjadi sarana penting dalam mempererat silaturahmi lintas kalangan. Ia mengutip ajaran Rasulullah bahwa silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.
“Harapan kita, ini bisa menguatkan seduluran,” katanya.
Selain itu, ia menilai ruang silaturahmi terbuka seperti ini juga berperan dalam menjaga harmoni sosial di Jawa Timur.
Salah satu warga asal Ampel, Surabaya, Fauziah, mengaku tradisi riyayan di kediaman gubernur sudah menjadi agenda rutin keluarganya setiap tahun. Ia datang bersama anak-anak untuk menikmati suasana Lebaran yang hangat.
Hal serupa disampaikan Asiyah, yang merasa bahagia bisa bersalaman langsung dengan Gubernur Khofifah dan berharap kegiatan ini terus digelar secara berkelanjutan.
Sementara itu, Koordinator Gaspol Ojol Perempuan Jawa Timur, Dhea, menilai Khofifah sebagai sosok pemimpin perempuan yang peduli dan inspiratif, khususnya bagi kelompok perempuan rentan.
“Kami bersyukur memiliki pemimpin yang peduli, khususnya bagi perempuan-perempuan rentan. Ini menjadi motivasi bagi kami,” ujarnya. (ivan)