SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa tradisi riyayan bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat komitmen kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
“Dengan bersalaman langsung dengan masyarakat, insya Allah mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Khofifah saat hari terakhir riyayan di kediamannya di Surabaya, Senin, (23/3/2026).
Menurutnya, tradisi riyayan menjadi ruang penting untuk membangun kedekatan emosional sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik di Jawa Timur. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (24/3/2026).
Suasana riyayan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Warga yang hadir tampak antusias, tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga merasakan langsung kedekatan dengan pemimpinnya.
Momen ini juga mencerminkan semangat gotong royong yang terus terjaga antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah. Khofifah bahkan menyapa warga satu per satu serta melayani permintaan swafoto.
Salah satu warga, Andiah, mengaku baru pertama kali mengikuti riyayan di kediaman gubernur. Warga Bendul Merisi, Surabaya itu datang bersama tetangganya usai pulang mudik.
“Senang sekali bisa bertemu langsung. Ini pengalaman pertama,” ujarnya.
Tradisi riyayan pun kembali menunjukkan perannya sebagai jembatan kedekatan, bukan hanya antarwarga, tetapi juga antara pemimpin dan rakyat. (ivan)