Meski demikian, ia mengingatkan agar implementasi kerja sama tersebut tetap dikawal ketat agar sejalan dengan kepentingan nasional. Pemanfaatan sumber daya alam, lanjutnya, tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan kemandirian energi jangka panjang.
Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Tokyo pada pertengahan Maret 2026, Bahlil melakukan pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Ryosei Akazawa. Pertemuan tersebut menghasilkan dua nota kesepahaman (MoU) yang mencakup penguatan rantai pasok mineral kritis serta pengembangan teknologi energi bersih. (frcn)