Diplomasi Energi ke Jepang, Indonesia Dinilai Bertransformasi Jadi Pemain Global Aktif

pemerintahan | 25 Maret 2026 18:28

Diplomasi Energi ke Jepang, Indonesia Dinilai Bertransformasi Jadi Pemain Global Aktif
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (dok Jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memperkuat kerja sama strategis di sektor energi dan mineral dengan Jepang. Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa Indonesia mulai beralih dari sekadar objek menjadi subjek dalam percaturan global. 

 

 

Penasehat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar, Henry Indraguna, menilai diplomasi tersebut mencerminkan perubahan posisi Indonesia dalam relasi internasional. Menurutnya, Indonesia kini semakin aktif dalam menentukan kepentingan nasional di tengah dinamika global.

 

 

“Indonesia tidak lagi hanya menjadi objek dalam relasi kuasa global, tetapi mulai tampil sebagai subjek yang mampu mendefinisikan arah kebijakannya sendiri,” ujarnya di Jakarta, Demikian dikutip dari Jawapos.com, rabu, (25/3/2026). 

 

 

Ia menambahkan, kerja sama ini juga menjadi upaya mendobrak paradigma lama yang menempatkan negara berkembang hanya sebagai pemasok bahan mentah. Melalui penguatan hilirisasi dan penguasaan teknologi, Indonesia dinilai tengah bergerak naik dalam rantai nilai global.

 

 

Langkah pemerintah dalam mengamankan kerja sama teknologi, termasuk pengembangan nuklir rendah karbon dan hilirisasi nikel, disebut sejalan dengan konsep pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. Strategi ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan berkelanjutan yang bertumpu pada kekuatan domestik.

 

 

Selain itu, kepastian hukum dalam proyek strategis seperti Blok Masela turut menjadi faktor penting dalam menarik kepercayaan investor internasional. Hal tersebut dinilai memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra yang kredibel di mata global.

 

 

Meski demikian, ia mengingatkan agar implementasi kerja sama tersebut tetap dikawal ketat agar sejalan dengan kepentingan nasional. Pemanfaatan sumber daya alam, lanjutnya, tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan kemandirian energi jangka panjang.

 

 

Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Tokyo pada pertengahan Maret 2026, Bahlil melakukan pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Ryosei Akazawa. Pertemuan tersebut menghasilkan dua nota kesepahaman (MoU) yang mencakup penguatan rantai pasok mineral kritis serta pengembangan teknologi energi bersih. (frcn)