Jatim Bersiap Hadapi Kemarau Panjang, Pemprov–BNPB Siapkan Strategi Air hingga Water Bombing

pemerintahan | 27 Maret 2026 20:21

Jatim Bersiap Hadapi Kemarau Panjang, Pemprov–BNPB Siapkan Strategi Air hingga Water Bombing
Pemprov Jatim bersama BNPB. (dok antara)

 

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diprediksi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut koordinasi lintas lembaga telah dilakukan, termasuk dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Basarnas, dan berbagai pihak terkait. Meski saat ini sebagian wilayah masih dilanda banjir, potensi kekeringan diperkirakan mulai muncul pada April 2026. Dilansir dari antaranews.com, Jumat, (27/3/2026).

 

“Beberapa daerah seperti Tuban sudah lebih dulu mengalami kekeringan. Intensitasnya diprediksi meningkat pada Mei dan mencapai puncak pada Agustus,” ujarnya di Surabaya, Jumat, (27/3/2026).

 

 

 

Khofifah menegaskan, kondisi ini menjadi perhatian serius karena Jawa Timur merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Ketersediaan air menjadi faktor kunci dalam menjaga produksi pertanian, khususnya padi.

 

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Jatim menyiapkan pembangunan sumur dalam untuk mendukung irigasi sawah. Upaya ini diharapkan mampu menjaga indeks pertanaman agar tidak mengalami penurunan signifikan.

 

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi kering, termasuk kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

 

“Di satu wilayah masih banjir, di daerah lain seperti Riau sudah terjadi karhutla. Ini menuntut kesiapan semua pihak,” katanya.

 

 

Ia menambahkan, penanganan bencana dilakukan secara kolaboratif mulai dari tingkat desa hingga pusat, termasuk penguatan satuan tugas darat untuk respons awal kebakaran.

 

Selain itu, BNPB bersama pemerintah daerah menyiapkan berbagai langkah teknis, seperti penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur, distribusi air dari sumber terdekat, hingga opsi operasi modifikasi cuaca (OMC).

 

Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, BNPB juga akan menyiagakan helikopter water bombing di sejumlah titik strategis, seperti Lanud Iswahjudi Madiun dan Juanda Surabaya.

 

“Puncak kemarau diprediksi terjadi Agustus 2026. Semua kebutuhan kami siapkan sesuai kondisi di lapangan,” ujar Suharyanto. (ivan)