Sementara itu, kebijakan WFH setiap hari Rabu yang diterapkan Pemprov Jatim didasarkan pada kajian mobilitas ASN yang rata-rata menempuh jarak sekitar 28 kilometer per hari. Pengurangan mobilitas ini diperkirakan mampu menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga ratusan ribu liter per pekan.
Hari Rabu dipilih untuk menghindari potensi long weekend. Namun, Sri Wahyuni mengingatkan agar alasan tersebut tidak menggeser fokus utama kebijakan, yakni efisiensi energi yang terukur.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi langkah adaptif Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam merespons isu krisis energi global.
“Ini adalah langkah adaptif yang menunjukkan kepekaan pemerintah daerah terhadap isu strategis global,” pungkasnya. (ivan)