SURABAYA, PustakaJC.co - Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya sinergi dengan Perum Perhutani dalam pengelolaan kawasan hutan berkelanjutan di Jawa Timur. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk menjaga fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial bagi masyarakat sekitar hutan.
Dalam keterangannya di Surabaya, Sabtu (28/3/2026), Khofifah menyampaikan bahwa pengelolaan hutan harus berjalan berkelanjutan sekaligus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga. Dilansir dari antaranews.com, Sabtu, (28/3/2026).
“Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan kawasan hutan di Jawa Timur berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, sinergi dan kolaborasi harus terus diperkuat,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan hutan memiliki peran strategis sebagai penyangga kehidupan. Selain menjaga keseimbangan lingkungan, hutan juga berfungsi dalam mitigasi bencana serta mendukung peningkatan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Sebagai langkah konkret, Khofifah mendorong optimalisasi penanaman pohon aren, terutama di sekitar permukiman dan wilayah rawan longsor. Pohon aren dinilai efektif karena memiliki akar tunjang kuat yang mampu memperkuat struktur tanah, sekaligus memiliki nilai ekonomi melalui pemanfaatan nira dan produk turunannya.
Ia juga mengajak Perhutani untuk bersinergi dalam berbagai program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, termasuk kegiatan festival mangrove yang rutin digelar sebagai upaya pelestarian lingkungan.
“Pelestarian lingkungan menjadi prasyarat pembangunan hijau serta mendukung target Net Zero Emission 2060 yang telah dicanangkan pemerintah pusat,” kata Khofifah.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Perhutani, Tio Handoko, menyatakan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan Pemprov Jawa Timur dalam pengelolaan hutan yang adaptif dan berkelanjutan.
Ia menegaskan, dukungan lintas sektor sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan terhadap kawasan hutan hingga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. (ivan)