Menurutnya, penerapan manajemen lalu lintas secara terintegrasi menjadi kunci utama dalam mengurai kepadatan kendaraan selama masa puncak mudik dan arus balik. Distribusi kendaraan yang lebih terkontrol di jalur tol maupun non-tol turut berkontribusi menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa meskipun angka kecelakaan menurun, perhatian khusus tetap perlu diberikan pada dominasi kendaraan roda dua serta kecelakaan yang terjadi di jalur non-tol.
“Kecelakaan masih didominasi oleh kendaraan roda dua dan banyak terjadi di jalan non-tol. Karena itu, pengaturan distribusi lalu lintas harus terus diperkuat agar risiko kecelakaan dapat ditekan,” katanya.