SURABAYA, PustakaJC.co — Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Blegur Prijanggono, mengapresiasi capaian kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepanjang 2025 sebagaimana disampaikan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur. Namun demikian, DPRD menekankan agar upaya pengentasan kemiskinan tetap menjadi prioritas utama ke depan. Selasa, (31/3/2026).
“Kami melihat capaian ini sudah baik, namun tetap perlu ditingkatkan agar angka kemiskinan bisa terus ditekan,” ujarnya. Demikian dikutip dari jatim.tribunnews.com, selasa. (31/3/2026).
Dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Jatim, Senin (30/3/2026), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan sejumlah indikator keberhasilan, salah satunya penurunan angka kemiskinan menjadi 9,30 persen. Angka tersebut turun sekitar 89,53 ribu jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.
Tak hanya itu, dalam periode 2020–2025, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan penurunan angka kemiskinan terbesar secara nasional, mencapai 781,68 ribu jiwa. Menurut Blegur, capaian ini menunjukkan tren positif yang perlu dijaga dan ditingkatkan secara berkelanjutan.
Untuk menindaklanjuti pembahasan LKPJ tersebut, DPRD Jatim telah membentuk Panitia Khusus (Pansus). Pansus ini akan melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) sepanjang tahun 2025.
Pansus dijadwalkan bekerja selama satu bulan ke depan sebelum penyampaian pandangan akhir fraksi pada Mei mendatang. Dalam prosesnya, berbagai OPD akan dipanggil guna memberikan pemaparan terkait capaian dan program kerja yang telah dilaksanakan.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan program-program pemerintah daerah berjalan efektif serta tepat sasaran, khususnya dalam upaya menekan angka kemiskinan di Jawa Timur. (frcn)