Dari sisi keuangan, pendapatan daerah terealisasi Rp29,88 triliun atau 104,65 persen dari target Rp28,55 triliun. Sementara belanja daerah mencapai Rp31,20 triliun atau 93,82 persen dari target Rp33,25 triliun.
“Ini menunjukkan pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Di tengah tekanan ekonomi global, Jawa Timur mampu mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,33 persen (c-to-c), melampaui target RKPD yang berada di kisaran 4,80–5,20 persen.
Kontribusi Jawa Timur juga signifikan, yakni 14,40 persen terhadap perekonomian nasional dan 25,29 persen terhadap Pulau Jawa.