Ia menambahkan, mekanisme ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Pariwisata RI serta arahan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, guna memastikan penyelenggaraan wisata yang aman dan terpantau selama Lebaran.
Meski demikian, validasi final tetap menunggu rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS).
“Secara statistik formal, data komprehensif akan dirilis dengan jeda sekitar dua bulan. Artinya, data final Maret 2026 baru keluar Mei mendatang,” jelasnya.
Lebih dari sekadar angka kunjungan, kenaikan sekitar 18 persen dibanding Lebaran 2025 dinilai memiliki korelasi kuat dengan aktivitas ekonomi.
Biro Perekonomian mencatat, penyerapan uang kartal di Jawa Timur selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026 mencapai Rp21,63 triliun. Angka ini mencerminkan tingginya kebutuhan likuiditas untuk konsumsi dan mobilitas masyarakat.
Selain itu, transaksi digital melalui QRIS telah menembus Rp13,70 triliun per Februari 2026.
“Ini menjadi sinyal awal bahwa aktivitas ekonomi, termasuk di kawasan wisata dan sektor UMKM, mengalami akselerasi signifikan,” tegas Aftabuddin yang juga pernah menjadi Pjs Bupati Situbondo.