“Tujuannya agar lonjakan ini tidak berhenti sebagai fenomena musiman, tetapi berkontribusi pada kinerja ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan,” tukas Kepala Biro Perekonomian ini.
Dengan berbagai indikator tersebut, lonjakan kunjungan wisatawan Lebaran 2026 dinilai sebagai sinyal positif bagi perekonomian Jawa Timur.
Jika dikelola secara konsisten dan terarah, sektor pariwisata diyakini mampu menjadi salah satu motor penggerak utama ekonomi daerah, sekaligus memperkuat daya tahan UMKM dan konsumsi masyarakat. (ivan)