Ia menjelaskan, skema kerja sama yang dibangun bersifat saling menguntungkan. Indonesia akan mengimpor bahan baku kulit dari Australia, sementara pihak Australia didorong untuk berinvestasi di sektor industri kulit dalam negeri.
Dengan pola tersebut, diharapkan industri kulit Jawa Timur tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas melalui peningkatan produktivitas dan kualitas produk di pasar global. (ivan)