Khofifah Buka Akses Bahan Baku dari Australia, Industri Kulit Jatim Didorong Naik Kelas

pemerintahan | 02 April 2026 06:19

Khofifah Buka Akses Bahan Baku dari Australia, Industri Kulit Jatim Didorong Naik Kelas
Momen pertemuan Khofifah Indar Parawansa bersama Siswo Pramono saat membahas penguatan kerja sama akses bahan baku industri kulit antara Jawa Timur dan Australia di Surabaya.

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Duta Besar RI untuk Australia di Canberra, Siswo Pramono, guna mendorong akses bahan baku industri kulit dari Australia.

 

Langkah ini dinilai menjadi peluang baru bagi industri kulit Jawa Timur yang selama ini masih menghadapi keterbatasan suplai bahan baku berkualitas. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (2/4/2026).

 

“Ini harapan baru bagi kita. Pak Dubes membantu membuka konektivitas agar industri kulit kita bisa berkembang lebih baik,” ujar Khofifah, Rabu, (1/4).

 

 

Menurutnya, kerja sama tersebut bersifat strategis karena tidak hanya memperluas akses bahan baku, tetapi juga membuka peluang kolaborasi berkelanjutan di sektor pengolahan dan perdagangan.

 

Jawa Timur sendiri merupakan salah satu sentra industri kulit nasional, tersebar di sejumlah daerah seperti Kabupaten Sidoarjo, Magetan, hingga Pasuruan. Produk yang dihasilkan mencakup alas kaki, tas, hingga olahan kulit seperti rambak.

 

Namun demikian, Khofifah menegaskan kebutuhan bahan baku masih menjadi tantangan utama.

 

“Support raw material sangat dibutuhkan. Industri kita butuh suplai yang lebih besar,” tegasnya.

 

 

Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang transfer teknologi serta peningkatan standar kualitas produk agar mampu bersaing di pasar ekspor.

 

Khofifah juga menyoroti aspek kehalalan produk dari Australia. Ia menyebut proses penyembelihan di negara tersebut telah sesuai standar syariah, sehingga memberikan jaminan bagi konsumen Muslim.

 

“Ini penting karena yang kita datangkan adalah bahan baku, bukan barang konsumsi,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Dubes RI untuk Australia Siswo Pramono menegaskan kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pelaku industri kedua negara.

 

“Kita mendukung industri kulit di Indonesia, baik untuk sepatu, tas, maupun produk lainnya,” ujarnya.

 

 

Ia menjelaskan, skema kerja sama yang dibangun bersifat saling menguntungkan. Indonesia akan mengimpor bahan baku kulit dari Australia, sementara pihak Australia didorong untuk berinvestasi di sektor industri kulit dalam negeri.

 

Dengan pola tersebut, diharapkan industri kulit Jawa Timur tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas melalui peningkatan produktivitas dan kualitas produk di pasar global. (ivan)