Khofifah Dorong Penguatan Industri Kulit Jatim Lewat Kerja Sama Bahan Baku dengan Australia

pemerintahan | 03 April 2026 11:51

Khofifah Dorong Penguatan Industri Kulit Jatim Lewat Kerja Sama Bahan Baku dengan Australia
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kunjungan kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia di Canberra, Y.M. Dr. Siswo Pramono. Khofifah menargetkan perluasan dan penguatan industri kulit di Jawa Timur. (dok tribunjatim) 

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus mendorong penguatan sektor industri kulit di Jawa Timur melalui perluasan akses bahan baku dari Australia. (3/4/2026).


“Dukungan Pak Dubes membuka akses bagi industri kulit kita untuk mendapatkan suplai bahan baku yang lebih besar, baik untuk kebutuhan industri maupun produk olahan seperti rambak,” ujarnya, Demikian dikutip dari jatim.tribunnews.com,Kamis (2/4/2026).


Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan strategis bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Siswo Pramono, serta pelaku bisnis Australia dan Asosiasi Pengusaha Kulit Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Menurut Khofifah, kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas serta membuka peluang pengembangan industri kulit di Jawa Timur agar lebih kompetitif. Ia menilai dukungan dari pihak diplomatik sangat membantu dalam menjembatani kebutuhan bahan baku bagi pelaku usaha.


Jawa Timur sendiri dikenal sebagai salah satu sentra utama industri kulit nasional, dengan konsentrasi produksi di wilayah Sidoarjo, Magetan, dan Pasuruan. Sektor ini mencakup berbagai lini usaha, mulai dari penyamakan kulit hingga produksi alas kaki, tas, dan produk turunannya.


Namun demikian, pelaku industri masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan bahan baku berkualitas, kebutuhan modernisasi teknologi, serta tuntutan peningkatan standar mutu untuk pasar ekspor.

Khofifah menambahkan bahwa Australia memiliki potensi besar sebagai mitra strategis, mengingat negara tersebut merupakan pemasok daging ke kawasan Timur Tengah dengan standar halal yang telah terjamin. Hal ini dinilai penting untuk memastikan kualitas sekaligus aspek kehalalan bahan baku kulit.


Ke depan, kerja sama antara Jawa Timur dan Australia diharapkan tidak hanya terbatas pada penyediaan bahan baku, tetapi juga mencakup transfer teknologi, investasi, serta pengembangan hilirisasi industri kulit.


Sementara itu, Siswo Pramono menegaskan bahwa hubungan bisnis Indonesia dan Australia, khususnya di sektor peternakan, telah terjalin kuat. Ia juga memastikan bahwa rumah potong hewan di Australia yang memproduksi produk halal telah memenuhi standar syariah.

Ia menyebut kunjungan ini merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara pelaku usaha kedua negara, termasuk melalui program kunjungan industri yang mempertemukan pengusaha Indonesia dan Australia untuk melihat langsung potensi masing-masing.


Di sisi lain, iklim investasi di Jawa Timur terus menunjukkan tren positif. Hal ini didukung kemudahan perizinan, stabilitas ekonomi, serta infrastruktur yang memadai, menjadikan provinsi ini sebagai salah satu tujuan investasi strategis di Indonesia. (frcn)