Gubernur Jatim Pastikan Stok Sembako Aman, Harga Stabil Pasca Lebaran

pemerintahan | 03 April 2026 20:24

Gubernur Jatim Pastikan Stok Sembako Aman, Harga Stabil Pasca Lebaran
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok atau sembako tetap stabil pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026. (dok Jawapos)

 

SURABAYA, PustakaJC.co– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan ketersediaan sembako di wilayahnya tetap aman dengan harga yang relatif stabil pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026, Jumat (3/4/2026).

 

Kepastian tersebut disampaikan usai melakukan peninjauan langsung di Pasar Legi, Kabupaten Ponorogo, Jumat (3/4). Dari hasil pemantauan di lapangan, distribusi bahan pokok terpantau lancar dan tidak mengalami kendala berarti.

 

“Yang terpenting adalah memastikan masyarakat tetap bisa mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau. Distribusi harus lancar dan stok harus cukup,” ujar Khofifah. Hal tersebut dikutip dari Jawapos.com, Jumat (3/4/2026).

Dalam dialog dengan pedagang dan pembeli, diketahui sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Daging ayam ras dan daging sapi, misalnya, tercatat turun dibandingkan periode sebelum Lebaran. Sementara itu, harga beras masih berada pada level stabil.

 

Harga cabai rawit berada di kisaran Rp 40.000 hingga Rp 60.000 per kilogram, cabai besar sekitar Rp 30.000 per kilogram, bawang merah Rp 27.000 hingga Rp 30.000 per kilogram, dan bawang putih Rp 22.000 hingga Rp 25.000 per kilogram.

 

Harga beras juga relatif terkendali, dengan beras SPHP sekitar Rp 57.000 per 5 kilogram, beras medium Rp 12.800 hingga Rp 13.000 per kilogram, serta beras premium Rp 14.700 hingga Rp 15.000 per kilogram.

Sementara itu, harga daging ayam ras berkisar Rp 36.000 hingga Rp 38.000 per kilogram, ayam kampung sekitar Rp 128.000 per ekor, dan daging sapi di kisaran Rp 130.000 per kilogram.

 

Untuk komoditas minyak goreng, Minyakita tercatat dijual sekitar Rp 15.500 per liter. Adapun komoditas hortikultura seperti kentang berada di angka Rp 15.000 per kilogram, wortel Rp 10.000 per kilogram, dan tomat sekitar Rp 3.000 per kilogram.

 

Khofifah menambahkan, harga sejumlah bahan pokok tersebut bahkan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini menunjukkan distribusi berjalan efektif serta adanya dukungan dari berbagai pihak dalam menjaga stabilitas pasokan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta para pemangku kepentingan guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di pasaran.

 

Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau, sekaligus menjaga daya beli pasca Lebaran. (frcn)