“Yang penting Indonesia aman dulu, baru ekspor,” kata Rahmad.
Ia menjelaskan, Indonesia masih memiliki kapasitas produksi urea yang cukup besar, yakni sekitar 8,8 juta ton secara operasional. Sementara itu, kuota ekspor diperkirakan mencapai 1,5 juta ton, dengan penyaluran yang tetap fleksibel mengikuti kondisi domestik.
Selama ini, sejumlah negara seperti Australia, India, dan Filipina menjadi pasar utama pupuk urea Indonesia.