Pemprov Jatim Perluas Kolaborasi Strategis dengan Tiongkok di Berbagai Sektor

pemerintahan | 07 April 2026 20:26

Pemprov Jatim Perluas Kolaborasi Strategis dengan Tiongkok di Berbagai Sektor
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) menyerahkan cendera mata kepada Dubes RRT untuk Indonesia, Wang Lutong, dalam kunjungannya ke Jawa Timur di Sidoarjo. (dok jawapos)

SIDOARJO, PustakaJC.co — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kerja sama strategis dengan Republik Rakyat Tiongkok guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia di wilayahnya, Selasa (7/4/2026).

“Salah satu agenda Yang Mulia Dubes RRT, Wang Lutong, di Jawa Timur adalah melakukan peletakan batu pertama proyek pembangunan pabrik melamin terbesar di dunia yang berada di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Kabupaten Gresik pada Rabu (8/4), yang sangat penting bagi perekonomian Jatim,” kata Khofifah. Demikian dikutip dari jawapos.com, Selasa (7/4/2026).

Langkah ini ditandai dengan pertemuan antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Duta Besar RRT untuk Indonesia Wang Lutong yang berlangsung di Sidoarjo.

Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menegaskan bahwa sinergi antara Jawa Timur dan Tiongkok memiliki potensi besar, terutama pada sektor industri, pariwisata, pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia.

“Kami berharap kunjungan ini dapat memperkuat kolaborasi antara Jawa Timur dan Tiongkok, baik di sektor investasi, pendidikan, maupun pariwisata, sehingga memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu agenda penting kunjungan Dubes RRT adalah peletakan batu pertama pembangunan pabrik melamin berskala global di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Kabupaten Gresik. Proyek ini dinilai strategis dalam mendorong pertumbuhan industri manufaktur di Jawa Timur.

Selain sektor industri, Pemprov Jatim juga mendorong penguatan sektor pariwisata, termasuk destinasi unggulan seperti Gunung Bromo, agar semakin dikenal wisatawan mancanegara, khususnya dari Tiongkok.

Di bidang pendidikan, kerja sama diarahkan pada penguatan pembelajaran bahasa Mandarin di berbagai jenjang pendidikan. Upaya ini diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral sekaligus mendukung kerja sama ekonomi.

Lebih lanjut, kolaborasi juga menyasar peningkatan kapasitas aparatur sipil negara melalui program pendidikan vokasi guna meningkatkan kompetensi SDM di Jawa Timur.

Sementara itu, Wang Lutong menyampaikan bahwa peluang investasi Tiongkok di Jawa Timur terus berkembang seiring kemajuan sektor industri dan ekonomi di daerah tersebut. Ia juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan bahasa sebagai fondasi kerja sama jangka panjang.

Kedua pihak berharap hubungan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata, baik dalam peningkatan ekonomi maupun kualitas sumber daya manusia. (frcn)