Prabowo Turunkan Biaya Haji 2026 Rp2 Juta, Antrean Dipangkas Jadi 26 Tahun

pemerintahan | 09 April 2026 07:25

Prabowo Turunkan Biaya Haji 2026 Rp2 Juta, Antrean Dipangkas Jadi 26 Tahun
Jemaah haji mengelilingi Ka'bah. (dok suarasurabaya)

JAKARTA, PustakaJC.co – Presiden Prabowo Subianto memastikan biaya haji 2026 akan diturunkan sekitar Rp2 juta per jemaah, meski harga avtur mengalami lonjakan signifikan.

 

Keputusan tersebut disampaikan Prabowo dalam taklimat di Istana Negara, Rabu (8/4/2026). Ia menegaskan, kebijakan ini diambil sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, khususnya calon jemaah haji yang masih menunggu antrean panjang. Dilansir dari suarasurabaya.go.id, Kamis, (9/4/2026),

 

“Biaya haji tahun 2026 kita turunkan sekitar Rp2 juta. Walaupun harga avtur naik, tapi kita berani menurunkan biaya haji untuk tahun ini,” ujar Prabowo.

 

Data menunjukkan, harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta melonjak dari Rp13.656,51 per liter pada Maret 2026 menjadi Rp23.551,08 per liter pada April 2026, atau naik sekitar 72,45 persen. Untuk rute internasional, kenaikan bahkan mencapai 80,32 persen.

 

 

Selain menekan biaya, pemerintah juga mengklaim berhasil memangkas masa tunggu haji secara signifikan. Jika sebelumnya antrean bisa mencapai 48 tahun, mulai 2026 disebut turun menjadi maksimal 26 tahun.

 

“Sekarang tidak lagi 48 tahun. Mulai 2026 antrean paling lama 26 tahun, dan kita akan terus perjuangkan agar lebih ringkas lagi,” katanya.

 

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan proyek besar berupa pembangunan perkampungan haji Indonesia di Mekkah. Lahan seluas 45 hektare disebut telah disiapkan untuk pembangunan kawasan tersebut.

 

Prabowo mengungkapkan, rencana ini telah mendapat persetujuan prinsip dari pemerintah Arab Saudi, termasuk usulan pembangunan terminal khusus bagi jemaah haji Indonesia.

 

“Supaya jemaah kita bisa lebih cepat masuk dan keluar,” pungkasnya.

 

Penurunan biaya dan pemangkasan antrean ini menjadi sinyal kuat upaya pemerintah memperbaiki layanan haji di tengah tekanan kenaikan biaya transportasi global. (ivan)