Selama ini, distribusi susu dari KopSAE masih harus melalui pabrik di luar daerah, bahkan hingga ke Bandung. Kondisi ini membuat rantai distribusi lebih panjang dan nilai tambah tidak dinikmati langsung oleh koperasi.
Dengan hilirisasi, jalur distribusi bisa dipangkas, sekaligus mempercepat pasokan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Namun, rencana tersebut belum sepenuhnya berjalan mulus. Sekretaris Koperasi SAE, Nur Kayin, mengungkapkan bahwa kendala utama terletak pada keterbatasan modal untuk membangun fasilitas pengolahan.
“Alhamdulillah beliau mendukung. Kami akan segera menghitung kebutuhan biaya pembangunan pabrik dan sistemnya,” kata Nur Kayin.