SURABAYA, PustakaJC.co — Khofifah Indar Parawansa angkat bicara terkait maraknya operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi yang menjerat sejumlah kepala daerah di Jawa Timur.
Dalam keterangannya, Khofifah menegaskan bahwa berbagai upaya pencegahan korupsi sebenarnya telah dilakukan. Salah satunya melalui forum komunikasi antara kepala daerah se-Jatim dengan tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK. Dilansir dari suarasurabaya.net, Selasa, (14/4/2026).
“Ada grup kepala daerah dengan tim Korsupgah KPK, dan sebenarnya pimpinan kabupaten/kota sudah diajak mencari solusi bersama,” ujarnya, Senin, (13/4/2026).
Tak hanya itu, para kepala daerah juga disebut telah mengikuti pemanggilan dan sosialisasi langsung dari KPK terkait penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
“Semua kabupaten/kota sudah pernah dipanggil satu per satu. Harapan kita, semuanya bisa menjaga pemerintahan yang bersih,” tambahnya.
Dalam setahun terakhir, tercatat tiga kepala daerah di Jawa Timur terjerat OTT KPK. Terbaru, Gatut Sunu Wibowo diamankan bersama sejumlah pejabat daerah pada Jumat, (10/4/2026).
Sebelumnya, Maidi juga terjaring OTT pada Januari 2026 atas dugaan pemerasan dana CSR. Sementara itu, Sugiri Sancoko lebih dulu ditangkap pada November 2025 terkait dugaan suap jual beli jabatan dan proyek pembangunan RSUD.
Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa meski langkah pencegahan telah dilakukan, praktik korupsi di daerah masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi secara tegas dan berkelanjutan. (ivan)