SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai menyiapkan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kesenian Reyog, menyusul pengakuannya sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pengakuan internasional tersebut bukan sekadar simbol prestise, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga keberlanjutan budaya.
Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan Tim Reyog Kyai Lodra di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dalam rangka persiapan menuju Festival Reyog Nasional Ponorogo 2026 yang dijadwalkan berlangsung Juni mendatang.
“Reyog bukan sekadar atraksi. Di dalamnya ada filosofi yang sangat kuat, tentang keberanian, kebenaran, dan harmoni dalam keberagaman,” ujar Khofifah.