Sejumlah institusi pendidikan seperti Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta dan Universitas Negeri Surabaya dilibatkan, bersama berbagai sanggar seni, untuk mendukung pelatihan hingga pengembangan kreativitas.
Tak hanya itu, kerja sama juga dijalin dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam dalam upaya pelestarian burung merak Jawa, yang selama ini menjadi bagian dari atribut Reyog.
Perwakilan Tim Reyog Kyai Lodra, Joko Winarko, menyampaikan bahwa keikutsertaan mereka dalam festival bukan sekadar kompetisi, melainkan bentuk komitmen generasi muda dalam menjaga warisan budaya.
“Ini kebanggaan sekaligus tanggung jawab kami untuk melestarikan Reyog,” ujar Evy.