Khofifah Bongkar Strategi Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional di Hadapan Perwira Tinggi Polri

pemerintahan | 15 April 2026 12:25

Khofifah Bongkar Strategi Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional di Hadapan Perwira Tinggi Polri
Gubernur Khofifah Terima Kunjungan Peserta SESPIMTI Lemdiklat POLRI  di Grahadi.saya

SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan secara terbuka strategi besar yang menjadikan Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional saat menerima kunjungan peserta SESPIMTI Lemdiklat Kepolisian Negara Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Selasa, (14/4/2026).

 

Kunjungan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (SESPIMTI) DIKREG ke-35 Tahun Anggaran 2026 ini menjadi forum strategis bagi para perwira menengah hingga perwira tinggi Polri untuk belajar langsung praktik kepemimpinan dan tata kelola pembangunan di Jawa Timur.

 

Di hadapan para peserta, Khofifah menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan Jawa Timur bukan semata program pemerintah, melainkan sinergi lintas sektor yang solid, termasuk dukungan TNI-Polri dalam sektor ketahanan pangan.

 

“Apa yang kami lakukan sesungguhnya adalah sinergi dan kolaborasi antar semua elemen. Dalam ketahanan pangan misalnya, ada kontribusi TNI-Polri dalam memetakan luas tambah tanam hingga penguatan irigasi tersier,” tegasnya.

 

 

Tak hanya itu, Khofifah juga menyoroti posisi strategis Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara” yang menopang distribusi logistik nasional, khususnya ke kawasan Indonesia Timur.

 

“Hampir 80 persen logistik Indonesia Timur disuplai dari Jawa Timur. Karena itu, kami terus memperkuat sinergi agar lebih produktif dan maju,” ujarnya.

 

Secara data, Jawa Timur tercatat sebagai produsen padi dan beras terbesar nasional sejak 2020. Bahkan, kontribusi produksi jagung mencapai hampir 30 persen secara nasional.

 

Menurut Khofifah, capaian tersebut merupakan hasil dari ruang kolaborasi yang terbuka luas bagi semua pihak. Ia pun mendorong agar praktik terbaik (best practice) ini dapat direplikasi di daerah lain melalui berbagai program, termasuk misi dagang antar daerah.

 

 

Lebih lanjut, Khofifah mengungkapkan potensi besar Jawa Timur dalam mencapai swasembada daging dalam tiga tahun ke depan. Hal ini didukung keberadaan Balai Besar Inseminasi Buatan yang menjadi pusat pelatihan dan pengembangan peternakan nasional.

 

“Di BBIB ini tersedia pelatihan pengawas kebuntingan hingga inseminator. Bahkan, beberapa gubernur sudah kami minta mengirim tim untuk belajar langsung,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, sektor peternakan di wilayah Malang dan Blitar juga menunjukkan produktivitas tinggi, dengan sapi perah yang mampu menghasilkan hingga 50 liter susu per ekor per hari. Jika dimaksimalkan, potensi ini tidak hanya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

 

Selain itu, Jawa Timur juga menyumbang sekitar 51–52 persen produksi gula nasional. Jika program swasembada gula berjalan optimal, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mandiri dalam komoditas tersebut.

 

 

Di sisi lain, Pemprov Jatim juga terus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Selama tujuh tahun berturut-turut, siswa SMA/SMK Jawa Timur tercatat sebagai yang terbanyak diterima di perguruan tinggi negeri tanpa tes.

 

“Ini menunjukkan masyarakat Jawa Timur memiliki inovasi tinggi, partisipatif, serta modern dan toleran. Ini penting untuk menjaga keutuhan NKRI,” kata Khofifah.

 

Sementara itu, Ketua Rombongan PKDN SESPIMTI, Irjen Pol. Jawari, menilai Jawa Timur layak menjadi laboratorium pembelajaran bagi calon pimpinan tinggi Polri.

 

“Jawa Timur memiliki capaian yang sangat baik, khususnya di sektor ketahanan pangan. Ini penting sebagai bekal kepemimpinan transformatif ke depan,” ujar  Irjen Pol. Jawari. (ivan)