JAKARTA, PustakaJC.co — Capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Jawa Timur tahun 2025 belum memenuhi target. Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Jatim langsung menelusuri penyebabnya, termasuk perubahan metode pengukuran yang dinilai berpengaruh signifikan.
IKLH Jatim tercatat di angka 73,43, masih di bawah target yang dipatok 74,00–74,17. Selisih tipis ini memicu perhatian serius DPRD, mengingat indikator tersebut menjadi tolok ukur utama kualitas lingkungan di daerah. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (24/4/2026).
Ketua Pansus LKPJ DPRD Jatim, Khusnul Arif, mengungkapkan bahwa capaian IKLH ditopang empat komponen utama, yakni Indeks Kualitas Udara (IKU), Indeks Kualitas Air, Indeks Tutupan Lahan, dan Indeks Kualitas Air Laut.
Namun, dari keempat indikator itu, IKU menjadi titik lemah. Nilainya hanya mencapai 74,45, jauh dari target 78,28–78,48.
“Indeks Kualitas Udara memiliki bobot terbesar dalam perhitungan IKLH. Ketika IKU turun, otomatis sangat memengaruhi hasil akhir,” ujarnya, Kamis, (23/4/2026).