Hari Buku Sedunia 2026, Khofifah Serukan Revolusi Literasi untuk Dongkrak Daya Saing SDM

pemerintahan | 26 April 2026 06:08

Hari Buku Sedunia 2026, Khofifah Serukan Revolusi Literasi untuk Dongkrak Daya Saing SDM
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menghadiri peringatan Hari Buku Sedunia 2026 di Surabaya.

SURABAYA, PustakaJC.co – Momentum Hari Buku Sedunia 2026 dimanfaatkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menyerukan penguatan budaya literasi sebagai kunci mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing global.

 

Menurut Khofifah, buku bukan sekadar bacaan, tetapi sumber kekuatan yang mampu membuka wawasan tanpa batas.

 

“Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca, kita bisa memahami peradaban dan memperkaya perspektif tanpa harus berpindah tempat,” ujarnya.

 

 

Peringatan Hari Buku Sedunia yang diprakarsai UNESCO setiap 23 April, memiliki nilai historis karena bertepatan dengan wafatnya tiga tokoh sastra dunia, yakni William Shakespeare, Miguel de Cervantes, dan Inca Garcilaso de la Vega.

 

Khofifah menegaskan, penguatan literasi tidak bisa instan. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah dan komunitas.

 

“Literasi adalah fondasi SDM berkualitas. Harus dibangun sejak dini agar lahir generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter,” tegasnya.

 

Di tengah derasnya arus digital, literasi juga dituntut adaptif. Tidak hanya membaca buku fisik, tetapi juga memanfaatkan e-book dan audiobook.

 

“Literasi hari ini bukan sekadar membaca, tapi kemampuan memahami dan menyaring informasi agar tidak mudah terpapar hoaks,” tambahnya.

 

 

 

Data terbaru menunjukkan, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jawa Timur tahun 2025 mencapai 56,29. Capaian ini ditopang pemerataan layanan perpustakaan, peningkatan koleksi, tenaga pustakawan, serta partisipasi komunitas.

 

Pemprov Jatim sendiri terus menggenjot berbagai program, mulai dari perpustakaan terpadu, mobil perpustakaan keliling, dongeng keliling, hingga inovasi digital seperti podcast literasi.

 

“Kami ingin literasi hadir secara kreatif agar anak-anak tidak hanya bergantung pada gadget,” ujarnya.

 

Di akhir pernyataannya, Khofifah mengajak masyarakat menjadikan membaca sebagai kebiasaan harian.

 

“Luangkan waktu untuk membaca setiap hari. Dari situlah kita bisa menjelajahi dunia tanpa batas,” pungkasnya. (ivan)