Khofifah Raih Penghargaan CSR Desa Berkelanjutan 2026, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

pemerintahan | 26 April 2026 06:26

Khofifah Raih Penghargaan CSR Desa Berkelanjutan 2026, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Flyer ucapan penghargaan yang menampilkan Khofifah Indar Parawansa atas raihan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2026 dari Kementerian Desa PDT, dengan visual ilustrasi Desa Wisata Alam Gosari sebagai simbol keberhasilan pemberdayaan desa berbasis kolaborasi lintas sektor.

SURABAYA, PustakaJC.co – Khofifah Indar Parawansa menerima Penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Award 2026 dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

 

Penghargaan nasional tersebut diraih melalui Program Wisata Alam Gosari bertajuk “Wujudkan Desa Berdaya”, yang dinilai berhasil mengembangkan potensi desa berbasis kolaborasi lintas sektor.

 

Penghargaan diserahkan oleh Ni Luh Enik Ermawati kepada Emil Elestianto Dardak yang mewakili Gubernur Khofifah, di Gedung Utama Kemendes PDT, Jakarta.

 

“Alhamdulillah kami menerima penghargaan CSR dan PDB Award Tahun 2026. Ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat pemberdayaan desa,” ujar Khofifah di Surabaya.

 

 

Ia menjelaskan, dari sejumlah desa penerima program CSR di Jawa Timur, Desa Wisata Alam Gosari di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik dipilih karena menunjukkan perkembangan signifikan.

 

Melalui dukungan CSR dari PLN UID Jawa Timur, Desa Gosari mendapatkan berbagai fasilitas, mulai dari lampu taman, kereta sawah, hingga pengembangan infrastruktur wisata dan pelatihan UMKM.

 

Pada 2025, bantuan berlanjut dengan pengadaan ATV listrik, pembangunan gapura, kamar mandi, hingga pelatihan digital marketing. Tahun ini, program CSR akan diperluas dengan pelatihan pembuatan tembikar bagi masyarakat desa.

 

Khofifah menegaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam mendorong desa menjadi lebih mandiri.

 

“Private sector, BUMN, maupun BUMD sangat bisa berkontribusi untuk menguatkan desa wisata di Jawa Timur,” tegasnya.

 

 

Menurutnya, banyak potensi desa yang belum tergarap optimal dan membutuhkan dukungan berbagai pihak agar mampu berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Ia juga mengapresiasi transformasi Desa Gosari yang kini menjadi desa wisata unggulan dengan dampak langsung bagi ekonomi warga.

 

“Dampaknya masyarakat semakin berdaya karena ada dukungan nyata untuk mengembangkan desa,” katanya.

 

Khofifah berharap, program serupa tidak berhenti di satu desa saja, melainkan terus diperluas ke desa-desa lain di Jawa Timur.

 

Sementara itu, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun desa.

 

“Sinergi banyak pihak menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan,” ujarnya.

 

 

 

Senada, Wamenparekraf Ni Luh Enik Ermawati mengaku terkesan dengan perkembangan desa wisata di Jawa Timur yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

 

“Saya sudah berkeliling ke beberapa desa wisata di Jawa Timur, hasilnya luar biasa dan berdampak langsung pada masyarakat,” katanya.

 

Khofifah pun berharap gerakan “Bangun Desa, Bangun Indonesia” dapat terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga semakin banyak desa di Jawa Timur yang tumbuh dan berdaya. (ivan)