Sepuluh transaksi terbesar didominasi sektor strategis, di antaranya produk peternakan senilai Rp1,21 triliun per tahun, pupuk organik cair Rp227,25 miliar untuk lima tahun, hingga industri hasil tembakau Rp163,74 miliar per tahun.
Di sisi lain, kinerja ekonomi Jawa Timur menunjukkan tren positif. Tahun 2025, ekonomi Jatim tumbuh 5,85 persen (yoy), melampaui nasional 5,39 persen, dengan PDRB mencapai Rp3.403,17 triliun dan kontribusi 14,40 persen terhadap PDB nasional.
Perdagangan antarwilayah juga mencatat nilai Rp333,83 triliun, menandakan tingginya aktivitas industri yang membutuhkan pasokan bahan baku dari daerah lain, termasuk Kalimantan Tengah.
Sejak 2019 hingga 2026, Pemprov Jatim telah menggelar 51 misi dagang di 29 provinsi dengan total komitmen Rp38,32 triliun dari lebih 2.200 transaksi. Ekspansi juga dilakukan ke pasar global seperti Arab Saudi, Malaysia, Jepang, hingga Singapura dengan potensi transaksi Rp5,896 triliun.