Giant Sea Wall Dipercepat, Khofifah Dorong Tanggul Laut Jadi Benteng Pesisir Jatim

pemerintahan | 26 April 2026 18:21

Giant Sea Wall Dipercepat, Khofifah Dorong Tanggul Laut Jadi Benteng Pesisir Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung percepatan pembangunan Giant Sea Wall (GSW) di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Timur. (dok surabayapagi)

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan urgensi percepatan pembangunan proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Timur. Proyek tanggul laut raksasa ini dinilai krusial untuk menghadapi ancaman serius di wilayah pesisir.

 

Menurut Khofifah, target pembangunan yang semula dirancang selama 20 tahun kini didorong dipangkas menjadi 15 tahun. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya risiko lingkungan seperti penurunan muka tanah, banjir rob, hingga kenaikan permukaan laut. Dilansir dari suarasurabaya.net, Minggu, (26/4/2026).

 

“Diperlukan intervensi infrastruktur berskala besar yang terintegrasi dengan kebijakan lingkungan dan sosial,” ujar Khofifah saat menerima Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

 

Fokus pembangunan GSW di Jawa Timur mencakup tiga wilayah strategis, yakni Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Gresik. Ketiganya masuk kategori zona pesisir kritis dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap abrasi dan tekanan industri.

 

 

 

Secara kelembagaan, Pemprov Jatim bersama pemerintah daerah setempat tergabung dalam Dewan Pengelola Pantura Jawa berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2025. Posisi ini memperkuat peran daerah dalam pengambilan kebijakan nasional, khususnya proyek strategis nasional (PSN).

 

Khofifah mengungkapkan, kawasan pesisir Jatim saat ini mengalami penurunan muka tanah sekitar 1–2 cm per tahun, disertai ancaman gelombang pasang ekstrem. Dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga sektor ekonomi, termasuk terganggunya aktivitas pelabuhan, industri, hingga lahan pertanian.

 

“GSW penting untuk melindungi aset strategis nasional seperti pelabuhan dan kawasan industri,” tegasnya.

 

 

Tak hanya sebagai pelindung fisik, proyek ini juga diharapkan membawa dampak transformasional. Revitalisasi kawasan pesisir, peningkatan konektivitas, serta modernisasi sektor perikanan menjadi target jangka panjang.

 

Selain itu, penguatan ekonomi masyarakat pesisir juga menjadi perhatian, dengan tujuan meningkatkan daya saing kawasan Pantura sebagai koridor ekonomi utama Jawa Timur.

 

Khofifah menekankan pentingnya kesesuaian pemanfaatan ruang laut (KKPRL) guna menghindari konflik dan memastikan keberlanjutan proyek. Ia juga menyoroti perlunya pendekatan inklusif yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan ekologi.

 

 

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, menyatakan pihaknya tengah melakukan kajian teknis serta pengembangan kampung nelayan di sejumlah titik, termasuk di Gresik dan Malang Selatan.

 

Pemerintah pusat dan daerah kini terus memperkuat koordinasi guna mempercepat realisasi proyek GSW sebagai langkah mitigasi bencana pesisir sekaligus penguatan ekonomi wilayah. (ivan)