Selain itu, ia menekankan pentingnya dukungan dari sektor layanan kesehatan, termasuk rumah sakit milik pemerintah daerah, untuk menyerap produk dalam negeri.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri saat ini mengelola 14 rumah sakit, termasuk RSUD Dr. Soetomo yang menjadi salah satu rumah sakit dengan kapasitas tempat tidur terbesar di Indonesia.
“Sinergi antara industri dan fasilitas kesehatan harus diperkuat agar ekosistem farmasi nasional semakin kokoh,” tegasnya.
Upaya penguatan industri substitusi impor di sektor farmasi diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap luar negeri, sekaligus memperkuat kemandirian dan daya saing industri nasional. (ivan)