Khofifah Tancap Gas Jadikan Jatim Barometer Pendidikan Nasional

pemerintahan | 03 Mei 2026 06:10

Khofifah Tancap Gas Jadikan Jatim Barometer Pendidikan Nasional
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan peninjauan kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah di Jawa Timur. (dok lentera)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya menjadikan Jawa Timur sebagai barometer pendidikan nasional. Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 dimanfaatkan untuk memperkuat arah kebijakan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdampak nyata.

 

Dalam peringatan Hardiknas 2026 di Surabaya, Khofifah menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak melalui tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” yang selaras dengan program “Jatim Cerdas”. Dilansir dari leneteratodays.com, Minggu, (3/5/2026).

 

“Melalui program Jatim Cerdas, pemerataan akses pendidikan menjadi prioritas utama,” tegasnya.

 

 

 

Ia memastikan tidak boleh ada anak Jawa Timur yang tertinggal pendidikan. Pemprov pun menginstruksikan jajaran untuk aktif mendata anak putus sekolah agar bisa kembali mengenyam pendidikan, terutama dari keluarga kurang mampu.

 

Upaya tersebut diperkuat dengan peningkatan sarana prasarana, fasilitas belajar, hingga menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, dan inspiratif. Sekolah didorong menjadi ruang aman bagi siswa dan tenaga pendidik.

 

Tak hanya fokus akademik, pembangunan karakter juga digencarkan melalui gerakan budaya integritas yang sudah diterapkan di 38 sekolah dan akan diperluas ke seluruh SMA, SMK, dan SLB. Nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab menjadi fondasi utama.

 

Di sisi lain, Pemprov Jatim juga menerapkan pembatasan penggunaan gadget saat pembelajaran. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan fokus belajar, memperkuat interaksi sosial, serta mendorong budaya diskusi aktif di kelas.

 

 

 

Langkah tersebut juga dibarengi penguatan literasi membaca dan kemampuan berpikir kritis siswa, agar kemajuan teknologi tetap seimbang dengan kualitas pembelajaran.

 

Program inovatif turut dikembangkan, seperti SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan), EJIES yang melahirkan inovasi guru, pengembangan kendaraan listrik di SMK, hingga program Double Track untuk mendorong kewirausahaan siswa.

 

Jawa Timur kembali mencatat prestasi nasional. Sebanyak 29.046 siswa diterima melalui jalur SNBP 2026, menjadikan Jatim sebagai provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima PTN selama tujuh tahun berturut-turut.

 

Selain itu, Jatim juga mencatat 8.915 siswa penerima KIP Kuliah lolos SNBP dari total 40.213 pendaftar.

 

 

Di bidang kejuruan, Jatim sukses meraih juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) nasional tiga tahun berturut-turut.

 

Khofifah menegaskan capaian tersebut bukan kebetulan, melainkan hasil pembinaan terstruktur. Dengan penguatan akses, inovasi, dan karakter, Jawa Timur optimistis terus menjadi barometer pendidikan nasional sekaligus motor menuju Indonesia Emas 2045. (ivan)