Khofifah Sebut SDM Maritim dan Ekonomi Biru Jadi Kunci Jatim Gerbang Baru Nusantara

pemerintahan | 08 Mei 2026 07:20

Khofifah Sebut SDM Maritim dan Ekonomi Biru Jadi Kunci Jatim Gerbang Baru Nusantara
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Dies Natalis ke-39 Universitas Hang Tuah di Surabaya. (dok antara)

SURABAYA, PustskaJC.co - Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) maritim unggul serta pengembangan ekonomi biru menjadi kunci utama dalam mewujudkan Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara”.

 

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Dies Natalis ke-39 Universitas Hang Tuah di Surabaya, Kamis, (7/5/2026).

 

Khofifah menjelaskan konsep “Gerbang Baru Nusantara” dirancang untuk menjadikan Jawa Timur bukan sekadar wilayah transit, melainkan pusat orkestrasi rantai nilai nasional yang terintegrasi dan berdaya saing global. Dilansir dari antaranews.com. Jumat, (8/4/2026).

 

Menurutnya, terdapat empat pengungkit utama yang terus diperkuat, yakni penguatan rantai pasok industri melalui hilirisasi, stabilitas pasokan komoditas strategis, peningkatan mobilitas manusia dan tenaga kerja, serta konektivitas ekonomi antarwilayah.

 

“Keempat pengungkit tersebut saling terhubung dan bertumpu pada satu faktor kunci, yaitu ketersediaan SDM unggul yang adaptif dan berdaya saing global,” ujar Khofifah.

 

 

Ia menilai Jawa Timur memiliki kekuatan besar pada sektor agro-maritim, industri perkapalan hingga pariwisata bahari. Karena itu, peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas untuk mendorong transformasi ekonomi dari berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis pengetahuan.

 

Khofifah juga menekankan pentingnya penerapan konsep ekonomi biru atau blue economy melalui pemanfaatan sumber daya kelautan yang produktif, inovatif, sekaligus berkelanjutan.

 

“Kita harus beralih pada paradigma ekonomi biru, yaitu pemanfaatan sumber daya kelautan yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan,” katanya.

 

Ia menyebut nilai Indonesia Blue Economy Index (IBEI) Jawa Timur mencapai 60,54 pada 2024 dan terus diarahkan meningkat menuju target jangka panjang 2045.

 

Selain itu, Khofifah menyoroti besarnya peluang sektor kemaritiman dalam membuka lapangan kerja baru, termasuk profesi underwater welding atau pengelasan bawah air yang memiliki permintaan tinggi di pasar global.

 

Sementara itu, Rektor Universitas Hang Tuah, Avando Bastari, menegaskan kesiapan kampusnya untuk bersinergi dengan Pemprov Jatim dalam mencetak SDM unggul bidang kelautan dan kemaritiman. (ivan)