SURABAYA, PustakaJC.co – Jawa Timur kembali menegaskan perannya sebagai salah satu daerah penopang utama pangan nasional. Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Selasa, (28/4/ 2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno, MT, yang mendampingi Plt Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr. Tien Latifah.
Berdasarkan data ATAP Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, sektor pertanian padi di Jawa Timur menunjukkan kinerja yang kuat dan stabil. Lahan baku sawah tercatat seluas 1.206.475 hektare, dengan luas panen mencapai 1.841.346 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Heru Suseno (kedua dari kanan), mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026.
Dari sisi produktivitas, rata-rata hasil panen mencapai 5,67 ton gabah kering giling (GKG) per hektare. Total produksi beras Jawa Timur pada 2025 tercatat sebesar 6.027.320 ton.
Sementara itu, indeks pertanaman (IP) berada di angka 2,01 yang menunjukkan bahwa rata-rata lahan sawah di Jawa Timur dapat ditanami dan dipanen sekitar dua kali dalam setahun.
Di sisi harga, gabah kering panen (GKP) di tingkat petani berada pada kisaran Rp6.777 per kilogram, sedangkan gabah kering giling (GKG) tercatat sekitar Rp8.104 per kilogram berdasarkan data petugas pengumpul harga komoditas.
Capaian tersebut menjadi indikator efektivitas pengelolaan lahan sekaligus kerja keras petani dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional. Jawa Timur pun kembali mengukuhkan diri sebagai salah satu penyangga utama swasembada pangan Indonesia. (ivan)