Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,508 Miliar untuk Ribuan Buruh Rokok di Surabaya

pemerintahan | 09 Mei 2026 18:07

Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,508 Miliar untuk Ribuan Buruh Rokok di Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyalurkan BLT DBHCHT sebesar Rp1 juta kepada buruh pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk Rungkut II Surabaya. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC,co - Khofifah Indar Parawansa kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) kepada ribuan buruh pabrik rokok di Surabaya, Sabtu, (9/5/2026).

 

Sebanyak 2.508 buruh pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk Rungkut II menerima bantuan dengan total nilai mencapai Rp2,508 miliar.

 

Khofifah menegaskan, buruh pabrik rokok memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan industri hasil tembakau sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah. Dilansir dari antaranews.com, Sabtu, (9/5/2026).

 

“Karena itu, pemerintah harus hadir memberikan perlindungan dan penguatan kesejahteraan bagi para pekerja,” ujar Khofifah.

 

 

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan ini merupakan tahap kedua BLT DBHCHT bagi buruh pabrik rokok di Kota Surabaya pada tahun anggaran 2026. Sebelumnya, bantuan serupa juga telah diberikan kepada pekerja pabrik rokok PT Gelora Djaja Surabaya.

 

Menurut Khofifah, program BLT DBHCHT menjadi bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga pekerja dan memperluas perlindungan sosial di sektor industri hasil tembakau.

 

“Program BLT DBHCHT ini diharapkan dapat membantu menjaga ketahanan ekonomi keluarga pekerja sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat,” katanya.

 

Pada tahun 2026, penyaluran BLT DBHCHT di Surabaya menyasar 3.841 pekerja pabrik rokok di tiga perusahaan dengan total bantuan mencapai Rp3,841 miliar.

 

Sementara secara keseluruhan di Jawa Timur, bantuan ini menjangkau 10.324 pekerja di 25 kabupaten/kota pada 65 perusahaan rokok dengan total anggaran Rp10,324 miliar melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

 

 

 

Khofifah juga meminta para penerima bantuan memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan keluarga dan menjaga produktivitas kerja.

 

“Gunakan bantuan ini sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga dan kesejahteraan bersama,” pesannya.

 

Ia turut mengapresiasi dukungan perusahaan, serikat pekerja, pemerintah daerah, hingga perbankan yang ikut memastikan bantuan diterima tepat sasaran. (ivan)