SIDOARJO, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memiliki Instalasi Karantina Terpadu pertama di Indonesia yang berlokasi di Jemundo Puspa Agro, Sidoarjo. Fasilitas ini digadang-gadang mampu memangkas proses ekspor dan impor karena seluruh layanan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan dipusatkan dalam satu kawasan terintegrasi.
Peresmian dilakukan Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Jumat, (8/5/2026).
Kawasan seluas lima hektare itu dilengkapi laboratorium, gudang, cold storage, hingga fasilitas pemeriksaan karantina modern untuk mendukung percepatan layanan perdagangan internasional.
“Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah yang telah menempatkan Balai Karantina di satu tempat sehingga barang yang diuji dan dikarantina bisa lebih efektif, efisien, dan tidak berbelit,” ujar Karding, dikutip dari jatimpos.co, Senin, (11/5/2026).
Ia menjelaskan, fungsi Badan Karantina Indonesia kini tidak hanya mencegah penyebaran hama dan penyakit, tetapi juga mengawasi keamanan pangan, produk rekayasa genetik, hingga sumber daya genetik nasional.
Dalam peresmian itu juga dilakukan pelepasan sejumlah komoditas ekspor unggulan Jawa Timur. Salah satunya frozen yellowfin tuna seberat 19.906,46 kilogram tujuan Amerika Serikat dari Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al-Ishlah dan PT Citra Raja Ampat Canning.
Selain itu, terdapat ekspor bahan baku pakan ternak milik PT Charoen Pokphand Indonesia ke Timor Leste serta pengiriman benih timun milik PT BISI International Tbk ke Lombok Barat.
Direktur Utama PT Jatim Grha Utama Mirza Muttaqien menyebut kawasan ini menjadi bagian dari pengembangan Jatim Hub yang mengintegrasikan perdagangan, logistik, dan layanan karantina dalam satu sistem.
“Konsep instalasi karantina terpadu ini yang pertama di Indonesia. Kawasan ini dilengkapi laboratorium, gudang, cold storage, dan berbagai fasilitas kekarantinaan lainnya,” tegas Mirza.
Menurut Mirza, Balai Karantina juga akan menggandeng Bea Cukai untuk melakukan joint inspection agar proses pemeriksaan barang ekspor-impor menjadi lebih singkat dan efisien. (ivan)