Jatim Tak Boleh Terlena, Kemendagri Minta Inovasi Daerah Terus Digeber

pemerintahan | 18 Mei 2026 19:53

Jatim Tak Boleh Terlena, Kemendagri Minta Inovasi Daerah Terus Digeber
Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, Yusharto Huntoyungo (kiri) didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai saat Sosialisasi dan Pemantapan Inovasi Daerah di Dindik Jatim Surabaya. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat ekosistem inovasi daerah agar tetap menjadi provinsi terinovatif nasional sekaligus mendukung percepatan program prioritas pemerintah.

 

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, Yusharto Huntoyungo menegaskan Jawa Timur saat ini masih mencatat skor tertinggi dalam pengukuran inovasi daerah nasional. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (18/5/2026).

 

“Kemendagri mendorong ekosistem inovasi perlu dibangun bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan penerima layanan,” ujar Yusharto saat Sosialisasi dan Pemantapan Inovasi Daerah di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Surabaya, Senin (18/5).

 

Meski menyandang predikat daerah terinovatif, Yusharto mengingatkan Jawa Timur tidak boleh merasa aman. Menurutnya, daerah lain juga terus melakukan percepatan inovasi.

 

“Jawa Timur bukan dalam posisi aman meskipun sudah menjadi daerah terinovatif. Daerah lain juga melakukan upaya yang sama bahkan bisa lebih kuat. Oleh karena itu, akselerasi inovasi harus terus dilakukan,” katanya.

 

 

Ia menjelaskan tantangan terbesar saat ini adalah membangun budaya inovasi yang kolaboratif antarlembaga. Selama ini, inovasi dinilai masih berjalan sendiri-sendiri atau bersifat silo antarorganisasi perangkat daerah.

 

Yusharto mencontohkan perlunya kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Perhubungan untuk memperkuat layanan transportasi pelajar agar akses pendidikan semakin mudah dijangkau masyarakat.

 

Selain itu, Kemendagri juga tengah menyiapkan penilaian Innovation Government Award (IGA) 2026 yang kemungkinan akan dikaitkan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) dan program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

 

Menurutnya, terdapat 54 program prioritas nasional yang membutuhkan dukungan inovasi daerah agar target pembangunan dapat tercapai tepat waktu.

 

“Tanpa inovasi, akselerasi program tidak akan cukup tercapai hanya dengan cara-cara biasa,” tegasnya.

 

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai memaparkan sejumlah inovasi pendidikan unggulan periode 2024-2025 di hadapan tim penilai IGA Kemendagri.

 

Beberapa program yang dipresentasikan di antaranya Program Terapan Ekonomi Guru Non-ASN (Proteg) dan East Java Innovative Education Summit (EJIES).

 

“Dindik Jatim memberikan dukungan jumlah inovasi terbanyak dalam IGA Award dan Jawa Timur menjadi juara satu nasional,” ujar Aries.

 

Ia menyebut sektor pendidikan memberi kontribusi besar terhadap capaian inovasi daerah. Dari total 398 inovasi yang diajukan, sebanyak 196 inovasi telah mencapai tingkat kematangan tinggi berdasarkan hasil validasi dan tingkat kebermanfaatannya.

 

Selain itu, program EJIES juga disebut menjadi ruang bagi insan pendidikan untuk menampilkan berbagai inovasi pembelajaran di Jawa Timur.

 

“Total ada sekitar 24 ribu inovasi yang masuk dalam EJIES,” katanya. (ivan)