Usai Kebakaran PPJT, RSUD Dr Soetomo Kembali Buka Layanan Rawat Jalan Jantung

pemerintahan | 19 Mei 2026 07:42

Usai Kebakaran PPJT, RSUD Dr Soetomo Kembali Buka Layanan Rawat Jalan Jantung
Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo mengalami kebakaran. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pascakebakaran Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) pada Jumat, (15/5/2026), layanan rawat jalan jantung di RSUD Dr Soetomo kembali dibuka mulai Senin, (18/5/2026).

 

Kepala Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Dr Soetomo, Martha Kurnia Kusumawardani, mengatakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan dengan sejumlah penyesuaian pascakebakaran. Dilansir dari jawapos.com, Senin, (19/5/2026).

 

“Pelayanan rawat jalan di Gedung PPJT tetap diselenggarakan pada Senin, 18 Mei 2026, khusus pelayanan di lantai dasar hingga lantai 3. Pelayanan dibuka sesuai jam operasional pukul 07.00-15.00 WIB,” ujarnya, Minggu, (17/5).

 

 

Selain itu, layanan CPU dan Gawat Darurat Jantung telah kembali beroperasi sejak Sabtu (16/5). Untuk sementara, pelayanan pasien jantung gawat darurat maupun rujukan dipusatkan di IGD RSUD Dr Soetomo.

 

“Pelayanan Cathlab PJT Jantung tetap terbuka untuk kondisi darurat atau emergensi sejak Senin, 18 Mei 2026. Sementara operasional pelayanan dialihkan ke Cathlab GBPT (EVANI),” tambah Martha.

 

Sementara itu, pelayanan pasien rawat inap jantung sejak Jumat (15/5) dialihkan ke ruang low care buffer. Adapun pelayanan perawatan kritis penyakit jantung dipindahkan ke ruang ICU GBPT dan ICU Isolasi eks ICCU.

 

Untuk tindakan operasi bedah jantung dan pembuluh darah yang bersifat darurat, sementara dialihkan ke Gedung Bedah Pusat.

 

 

 

RSUD Dr Soetomo menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan layanan kesehatan terbaik dengan mengutamakan keselamatan pasien, keluarga pasien, dan tenaga kesehatan.

 

“Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam proses penanganan kejadian ini, baik dari pihak pemadam kebakaran, aparat keamanan, hingga media massa,” pungkas Martha.

 

Diketahui, kebakaran terjadi di ruang farmasi lantai 5 Gedung PPJT pada Jumat pagi sekitar pukul 06.33 WIB. Akibat insiden tersebut, sebanyak 37 pasien di area IGD dievakuasi, satu pasien ICU lantai 6 meninggal dunia, dan tiga petugas keamanan menjalani penanganan medis. (ivan)