SURABAYA, PustakaJC.co – Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, meminta aparat kelurahan hingga kecamatan aktif melakukan pengawasan dan penataan lapak penjualan hewan kurban menjelang Iduladha 2026. Langkah tersebut dinilai penting agar aktivitas penjualan hewan kurban tetap berjalan tertib tanpa mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar, Kamis (21/5/2026).
Menurut Anas, keberadaan lapak musiman harus memperhatikan aspek kebersihan, pengelolaan limbah, serta estetika kota. Ia mengapresiasi sejumlah pedagang yang mampu menjaga area lapaknya tetap bersih dan minim bau meski berada di kawasan padat penduduk.
“Kegiatan ekonomi masyarakat harus tetap berjalan, tetapi ketertiban dan kenyamanan lingkungan juga wajib dijaga bersama,” ujar Anas saat meninjau lapak hewan kurban di kawasan Nginden Semolo, Surabaya. Demikian dikutip dari jatim.tribunnews.com, Kamis (21/5/2026).
Dalam kunjungannya, Anas berdialog langsung dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi penjualan hewan kurban tahun ini. Salah satu pedagang, Gani, mengaku omzet penjualan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya akibat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Pedagang yang telah berjualan hewan kurban selama puluhan tahun itu menyebut hingga kini penjualan baru mencapai sekitar 60 ekor. Mayoritas pembeli disebut berasal dari pelanggan lama yang sudah mengenalnya sejak berjualan di kawasan Baratajaya.
Meski penjualan belum terlalu ramai, Gani mengaku tetap berupaya menjaga kenyamanan warga sekitar. Salah satunya dengan rutin membersihkan area kandang dan memanfaatkan sisa pakan untuk mengurangi bau dari kotoran ternak.
“Kami berusaha menjaga lingkungan tetap nyaman supaya warga tidak terganggu. Kebersihan jadi prioritas selama berjualan,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, Anas meminta aparat wilayah tidak hanya fokus pada administrasi perizinan, tetapi juga aktif melakukan pendampingan di lapangan. Ia menilai keterlibatan lurah dan camat penting untuk mencegah munculnya persoalan sosial maupun gangguan lingkungan selama musim penjualan hewan kurban berlangsung.
Selain itu, Anas mengingatkan agar lapak tidak menggunakan badan jalan yang dapat mengganggu arus lalu lintas. Saluran air di sekitar lokasi juga diminta tetap berfungsi dengan baik agar tidak menimbulkan pencemaran maupun genangan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pedagang menjadi kunci agar aktivitas penjualan hewan kurban berjalan lancar menjelang Hari Raya Iduladha.
Anas optimistis jika pengawasan dilakukan secara konsisten dan pedagang tetap disiplin menjaga kebersihan, pelaksanaan Iduladha di Surabaya akan berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa pedagang kecil harus tetap mendapat dukungan agar roda ekonomi masyarakat terus bergerak. Namun, pelaksanaan usaha tetap harus mematuhi aturan dan menjaga wajah Kota Surabaya. (frchn)