Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban Jatim Aman dan Cukup Jelang Idul Adha 2026

pemerintahan | 24 Mei 2026 20:01

Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban Jatim Aman dan Cukup Jelang Idul Adha 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau ketersediaan sapi kurban di Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Lamongan, jelang Idul Adha 2026. (dok humasjatim)

LAMONGAN, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan ketersediaan dan kesehatan hewan ternak kurban di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kepastian tersebut disampaikan Khofifah usai meninjau langsung Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur di Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Minggu (24/5/2026).

“Jadi cukup, aman dan sehat. Saya rasa ini harus disampaikan ke publik, bukan hanya untuk Jawa Timur tetapi juga luar Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Berdasarkan data Dinas Peternakan kabupaten/kota se-Jawa Timur, total ketersediaan ternak kurban tahun 2026 mencapai 2.055.978 ekor. Jumlah tersebut terdiri atas 629.119 ekor sapi, 940.693 ekor kambing, 484.468 ekor domba, dan 1.698 ekor kerbau.

Sementara kebutuhan ternak kurban pada Idul Adha tahun ini diperkirakan mencapai 427.060 ekor, meliputi 70.550 ekor sapi, 297.900 ekor kambing, 58.600 ekor domba, dan 10 ekor kerbau.

“Dari data tersebut dapat disampaikan bahwa jumlah ternak kurban di Jawa Timur tersedia mencukupi kebutuhan ternak kurban sapi, kambing, dan domba,” jelasnya.

Khofifah juga mengapresiasi Kabupaten Lamongan sebagai salah satu daerah penyangga utama penyediaan ternak di Jawa Timur. Saat ini Lamongan tercatat memiliki populasi 108.987 ekor sapi potong, 97.288 ekor kambing, 86.319 ekor domba, dan 130 ekor kerbau.

Selain memastikan stok, Pemprov Jatim juga menyiapkan ribuan petugas pemeriksa hewan kurban untuk menjamin kesehatan ternak yang beredar di masyarakat.

Petugas tersebut terdiri dari 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, 145 pengawas bibit ternak, 75 pengawas mutu pakan, serta 1.997 Juru Sembelih Halal (JULEHA) bersertifikat.

Khofifah menegaskan seluruh ternak kurban telah mendapatkan pengawasan kesehatan melalui vaksinasi, penerapan biosecurity, dan pengobatan ternak secara berkala.

“Ternak-ternak tersebut juga sudah terjamin kesehatannya karena telah dilakukan vaksinasi, biosecurity, dan pengobatan ternak di seluruh wilayah Jawa Timur,” katanya.

Di sisi lain, momen Idul Adha tahun ini juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian peternak. Harga sapi kurban mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, namun penjualan tetap meningkat.

Pengelola Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Suparto, mengatakan koperasinya menyiapkan sekitar 300 ekor sapi kurban untuk Idul Adha 2026, terdiri dari jenis Peranakan Ongole, Limosin, Simental, dan sapi lokal.

“Tahun ini kami siapkan kurang lebih 300 ekor dan alhamdulillah sudah terjual sekitar 80 persen ke Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo,” ujarnya.

Menurutnya, program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) gratis serta inseminasi buatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut membantu meningkatkan kualitas dan ketersediaan ternak di wilayah tersebut. (frchn)