Pasar Murah Jelang Idul Adha di Jatim Jadi Senjata Tekan Harga Pangan

pemerintahan | 25 Mei 2026 07:38

Pasar Murah Jelang Idul Adha di Jatim Jadi Senjata Tekan Harga Pangan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat kegiatan pasar murah di Kediri, Jawa Timur. (dok antara)

KEDIRI, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggencarkan pasar murah menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan daya beli masyarakat.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan tingginya antusiasme warga menjadi bukti bahwa pasar murah masih sangat dibutuhkan, terutama saat harga kebutuhan pokok mulai bergerak naik menjelang hari besar keagamaan. Dilansir dari antatanews.com, Senin, (25/5/2026).

 

“Menjelang Idul Adha, kami ingin masyarakat tenang karena stok bahan pokok tersedia, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali. Karena itu pasar murah terus kami lakukan agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Khofifah di Kediri, Minggu.

 

Dalam kegiatan pasar murah tersebut, berbagai komoditas dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras premium dipasarkan Rp14 ribu per kilogram, sementara beras medium SPHP dijual Rp11 ribu per kilogram.

 

 

Selain itu, minyak goreng MinyaKita dijual Rp13 ribu per liter, gula pasir Rp14 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp22 ribu per bungkus, serta daging ayam ras Rp30 ribu per bungkus.

 

Pemprov Jatim juga menyediakan tepung terigu Rp10 ribu per kilogram, bawang putih Rp6 ribu per 250 gram, bawang merah Rp7 ribu per 250 gram, hingga paket cabai Rp5 ribu per 200 gram.

 

Khofifah menegaskan pasar murah menjadi salah satu langkah efektif untuk mengendalikan inflasi daerah karena masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga subsidi di bawah harga pasar.

 

“Kita ingin memastikan masyarakat tidak terbebani lonjakan harga. Lokasi pasar murah juga dipilih agar tidak berdekatan dengan pasar tradisional supaya ekosistem pasar tetap terjaga,” katanya.

 

Ia menambahkan, program pasar murah dilakukan berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur agar distribusi bantuan lebih merata.

 

 

Pemprov Jatim juga memperkuat koordinasi bersama Bulog dan pelaku distribusi pangan guna memastikan stok bahan pokok tetap aman menjelang Idul Adha.

 

“Sembako Insya Allah sangat cukup. Yang kami jaga adalah keterjangkauan harga agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.

 

Warga Semampir, Kota Kediri, Maulidya mengaku sengaja datang ke pasar murah karena harga kebutuhan pokok jauh lebih murah dibandingkan pasar umum.

 

“Saya tetap datang karena kebutuhan menjelang Idul Adha banyak dan harganya di sini lebih murah,” katanya.

 

 

 

Hal senada disampaikan Diana, warga Mojoroto, Kota Kediri. Ia rela datang lebih pagi agar tidak kehabisan bahan pokok murah.

 

“Kalau beli di pasar beda harganya lumayan. Di sini Rp25 ribu sudah bisa beli beras sama minyak. Sangat membantu,” ujarnya. (ivan)