Prabowo Resmikan Museum dan Perpustakaan Seskoad, Disebut Jadi Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa

pemerintahan | 29 Mei 2026 13:12

Prabowo Resmikan Museum dan Perpustakaan Seskoad, Disebut Jadi Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa
Presiden Prabowo Subianto meresmikan renovasi Museum dan Perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. (doksetkab)

BANDUNG, PustakaJC.co - Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan renovasi museum dan perpustakaan Sekolah Staf dan Komando  Angkatan Darat di Bandung, Senin, (25/5/2026). Peresmian ini menegaskan posisi Seskoad sebagai kawah candradimuka lahirnya para pemimpin bangsa, mulai presiden hingga wakil presiden RI.

 

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan langsung peresmian renovasi fasilitas pendidikan strategis milik TNI AD tersebut. Dilansir dari setkab.go.id, Jumar, (29/5/2026).

 

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Senin, 25 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan renovasi museum dan perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad),” ujar Prabowo.

 

Seskoad diketahui telah melahirkan sejumlah tokoh penting nasional. Tiga presidennya tercatat sebagai alumni, yakni Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, serta Presiden Prabowo Subianto sendiri.

 

 

Tak hanya itu, lembaga pendidikan militer tersebut juga melahirkan tiga wakil presiden RI, yakni Umar Wirahadikusumah, Sudharmono, dan Try Sutrisno.

 

Reputasi Seskoad juga diakui di tingkat internasional. Empat Kepala Staf Angkatan Darat Singapura pernah menempuh pendidikan di lembaga tersebut, di antaranya Neo Kian Hong, Melvyn Ong Su Kiat, David Neo Chin Wee, hingga KSAD Singapura saat ini Cai Dexian.

 

Kepala Departemen Kejuangan dan Doktrin Seskoad, Desi Ariyanto mengatakan museum tersebut menjadi ruang pembelajaran penting bagi para perwira untuk memahami sejarah perang dan kepemimpinan.

 

“Museum ini tujuannya didirikan pada saat itu adalah sebagai tempat untuk menggali semua sejarah karena kita sebagai militer, kita harus tahu khususnya sejarah perang, sejarah militer, dan di dalam sejarah perang itu juga ada leadership,” jelasnya.

 

Selain museum, perpustakaan Seskoad kini memiliki sekitar 42 ribu koleksi buku. Setiap tahun, sekitar 500 siswa, termasuk 30 siswa mancanegara, mengikuti pendidikan di lembaga tersebut.

 

“Mereka belajar di sini. Di museum lantai satu mereka belajar sejarah, di lantai dua mereka mengisi dirinya sehingga memiliki kemampuan, keterampilan, dan khususnya olah pikir tidak hanya kemiliteran, juga ilmu pemerintahan,” tambah Desi. (ivan)