Menurut Khofifah, program beasiswa santri telah berjalan sejak tahun 2006 pada masa kepemimpinan Gubernur Imam Utomo. Program tersebut kemudian terus berkembang pada era Gubernur Soekarwo dengan cakupan beasiswa yang diperluas hingga jenjang magister, doktoral, dan studi ke Universitas Al-Azhar Mesir.
Tahun 2026, Pemprov Jatim menghadirkan inovasi baru berupa program beasiswa berbasis Science, Technology, Engineering, Economics and Mathematics (STEM). Program ini dirancang untuk membuka peluang karier yang lebih luas bagi santri di bidang sains, teknologi, dan profesi strategis lainnya.
“Program ini diharapkan dapat menguatkan diversifikasi profesi berbasis pesantren. Jadi para santri memiliki peluang lebih besar untuk berkiprah di berbagai bidang keilmuan dan profesi,” ujarnya.