Said Iqbal menilai dinamika tersebut tidak dapat dilepaskan dari perubahan arah industri otomotif global yang saat ini bergerak menuju kendaraan listrik.
Transformasi industri tersebut menuntut adaptasi besar, baik dari sisi investasi, teknologi, maupun kesiapan sumber daya manusia.
Karena itu, berbagai pihak diharapkan dapat duduk bersama untuk mencari solusi terbaik agar transformasi industri tidak menimbulkan dampak sosial yang besar bagi para pekerja.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari perusahaan yang disebut maupun pemerintah terkait jumlah pekerja yang berpotensi terdampak dan rencana relokasi tersebut.
(int)