MALANG, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM), khususnya Biosolar, di Jawa Timur dalam kondisi aman. Kepastian tersebut disampaikan usai meninjau langsung kondisi pasokan dan distribusi BBM di SPBU Karanglo, Kabupaten Malang, Minggu (28/6).
Menurut Khofifah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan PT PLN (Persero) guna menjaga ketersediaan energi di seluruh wilayah Jawa Timur, terutama setelah sempat terjadi gangguan kelistrikan di beberapa titik.
"Pemerintah Provinsi Jawa Timur intensif berkomunikasi dengan PLN dan Pertamina. Jatim sempat mengalami blackout di beberapa titik. Jadi komunikasi kami sangat intensif. Pihak Pertamina pada high level meeting juga selalu hadir," kata Khofifah.
Ia menjelaskan, koordinasi tersebut juga bertujuan mempercepat identifikasi penyebab antrean BBM apabila terjadi di lapangan sehingga solusi dapat segera diambil.
"Koordinasi kami lakukan untuk memastikan ketika terjadi antrean panjang apa penyebabnya. Kalau supply-nya kurang, maka supply yang harus ditambah. Menurut Pertamina, supply Biosolar telah ditambah sehingga dapat mencukupi kebutuhan. Semoga saat ini sudah aman, semua bisa lancar," ujarnya.
Khofifah menegaskan, stabilitas pasokan BBM menjadi faktor penting dalam menjaga aktivitas ekonomi Jawa Timur. Kelancaran distribusi energi dinilai berpengaruh langsung terhadap sektor industri, logistik, perdagangan hingga mobilitas masyarakat.
"Karena ini dampak ekonominya kuat sekali, dari mobilitas dan pergerakan alat transportasi. Konektivitas hubungan antardaerah dan kinerja ekonomi kita sangat banyak ditentukan oleh stabilisasi pemenuhan BBM," tegasnya.
Sementara itu, Manager Sales Retail Pertamina Patra Niaga, Daniel, memastikan Pertamina telah menambah pasokan Biosolar maupun BBM lainnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kami memastikan supply solar lancar. Kami berkomitmen menambah supply kepada masyarakat sehingga kebutuhan energi, terutama solar, dapat terpenuhi, termasuk Pertalite," katanya.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi Bupati Malang HM Sanusi, Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur MHD Aftabuddin Rijaluzzaman, Sales Area Manager Malang PT Pertamina Patra Niaga Alam Kanda, serta Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. (pstk01)