SURABAYA, PustakaJC.co – RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang kini menghadirkan layanan rawat inap VVIP terintegrasi melalui Grand Paviliun yang memungkinkan pasien kritis tetap mendapatkan penanganan intensif tanpa harus dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU).
Konsep pelayanan tersebut menjadi salah satu inovasi layanan kesehatan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menggabungkan fasilitas premium dengan sistem pelayanan medis intensif di dalam satu ruang perawatan. Peralatan ICU maupun tim medis dapat didatangkan langsung ke kamar pasien sesuai kebutuhan klinis.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut model pelayanan ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pasien sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi keluarga yang mendampingi selama proses perawatan.
Grand Paviliun RSSA menjadi fasilitas pelayanan kesehatan terbaru yang menawarkan kamar VIP, VVIP hingga President Suite dengan standar setara hotel berbintang. Seluruh ruangan dirancang untuk mendukung privasi pasien tanpa mengurangi kualitas pelayanan medis.
Direktur RSSA Malang, dr. Mochamad Bachtiar Budianto, menjelaskan Grand Paviliun memiliki kapasitas sekitar 100 kamar, dengan puluhan kamar telah mulai dioperasikan. Selain fasilitas premium, gedung tersebut juga didukung layanan medis terpadu sehingga pasien tidak perlu berpindah lokasi untuk menjalani pemeriksaan maupun tindakan lanjutan.
President Suite yang berada di lantai enam menjadi fasilitas tertinggi di Grand Paviliun. Ruangan tersebut dilengkapi ruang tamu, ruang makan, area pendamping keluarga, serta berbagai fasilitas penunjang yang dirancang memberikan kenyamanan maksimal selama masa perawatan.
Selain menghadirkan kenyamanan, konsep pelayanan Grand Paviliun juga menitikberatkan pada pelayanan kesehatan yang lebih humanis. Pasien dengan kondisi kritis tetap dapat didampingi keluarga tanpa harus dipindahkan ke ruang ICU, sementara tenaga medis dan peralatan intensif yang mendatangi pasien.
Model pelayanan tersebut dinilai mampu mengurangi risiko perpindahan pasien dengan kondisi tidak stabil sekaligus memberikan dukungan psikologis bagi pasien maupun keluarga.
Pemprov Jawa Timur berharap inovasi pelayanan di RSSA Malang dapat menjadi model pengembangan layanan rumah sakit rujukan daerah lainnya sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan modern berstandar tinggi tanpa harus mencari pengobatan ke luar daerah maupun luar negeri.
(int)