SURABAYA, PustakaJC.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena bediding yang menyebabkan suhu udara terasa lebih dingin di sejumlah wilayah Jawa Timur masih akan berlangsung hingga Agustus 2026, seiring berlangsungnya musim kemarau.
Prakirawan BMKG Juanda Surabaya, Trya Chandra, menjelaskan fenomena bediding merupakan kondisi alam yang normal dan rutin terjadi setiap musim kemarau, khususnya pada periode Juni hingga Agustus.
"Fenomena bediding ini normal terjadi dan bukan merupakan peristiwa anomali," ujar Trya.
Menurutnya, bediding dipicu oleh bertiupnya angin muson timuran dari Australia yang membawa massa udara dingin dan kering. Kondisi tersebut diperkuat dengan minimnya tutupan awan sehingga panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hingga dini hari.