Khofifah menilai meningkatnya kebutuhan ikan siap saji di tengah dinamika ekonomi global menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan industri pengolahan hasil perikanan nasional.
“Ketika terjadi dinamika global di berbagai negara, kebutuhan ikan siap saji justru meningkat. Ini menjadi peluang besar bagi PT Pacific Harvest untuk terus memperluas pasar ekspor,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan menembus berbagai negara tujuan ekspor menjadi bukti bahwa industri pengolahan hasil perikanan di Banyuwangi terus berkembang dan memiliki daya saing di pasar internasional.
Sementara itu, Direktur Marketing PT Pacific Harvest Indonesia, Sherly Indrawati Aminoto, menjelaskan ekspor kali ini terdiri atas 10 kontainer dengan muatan masing-masing 27 ton ikan sarden.
Ia mengungkapkan perusahaan menghadapi kenaikan biaya logistik ekspor, khususnya ke kawasan Timur Tengah. Tarif pengiriman yang sebelumnya sekitar 700 dolar AS per kontainer kini melonjak menjadi 5.000 dolar AS akibat kondisi geopolitik dunia.