Menurutnya, melalui Kadin Institute, para fasilitator akan mendampingi perusahaan, sekolah, perguruan tinggi, hingga politeknik dalam menyusun kurikulum berbasis kebutuhan riil dunia kerja. Program ini diharapkan menjadi penghubung antara dunia pendidikan dan industri sehingga tercipta lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar.
Pada tahap awal, Kadin Jatim menargetkan setiap fasilitator mampu mendampingi sedikitnya 10 perusahaan bersama mitra pendidikannya. Dengan 10 fasilitator yang telah mengikuti pelatihan angkatan pertama, program tersebut diproyeksikan menjangkau sekitar 100 perusahaan.
Ke depan, program serupa akan diperluas melalui Kadin kabupaten dan kota di seluruh Jawa Timur agar semakin banyak pelaku industri yang terlibat dalam proses sinkronisasi kurikulum pendidikan vokasi.
“Harapannya, semakin banyak industri yang dapat didampingi sehingga semakin banyak pula sekolah dan perguruan tinggi yang memiliki kurikulum sesuai kebutuhan dunia kerja,” katanya.